25.4 C
Indonesia
Rab, 4 Oktober 2023
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.4 C
Indonesia
Rabu, 4 Oktober 2023 | 23:41:16 WIB

Program Internasionalisasi Bikin Lulusan UPER Lebih Siap Berkompetisi di Ajang Internasional

Jakarta | detikNews – QS Global Employer Survey Report mengungkapkan 6 dari 10 perusahaan memberi nilai lebih untuk lulusan perguruan tinggi yang punya pengalaman internasional. Dalam survey lain yang digagas oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) disebutkan bahwa 97 persen lulusan dengan pengalaman mancanegara mendapatkan pekerjaan kurang dari 12 bulan setelah lulus.

Untuk meningkatkan kualitas lulusan didikannya, Universitas Pertamina (UPER) memberikan pengalaman ‘Internasionalisasi’ bagi para mahasiswanya. Siswa-siswi yang ingin lebih siap berkompetisi melalui program Internasionalisasi, bisa mengakses laman https://pmb.universitaspertamina.ac.id

UPER menyiapkan program ‘Student Exchange Multiple Partners’, yakni skema belajar selama satu hingga dua semester di kampus unggulan mancanegara, dengan tak kurang dari 27 mitra Universitas kenamaan dunia di berbagai benua.

Ada juga program ‘Dual Degree’, memberikan gelar ganda dengan skema belajar dua tahun di UPER, dan dua tahun di salah satu kampus mitra (Universiti Teknologi Petronas, Malaysia; dan Minnesota State University, Amerika Serikat).

Terakhir ‘Flash Track’, yaitu program percepatan studi dengan skema belajar empat tahun di UPER, dan satu tahun di salah satu kampus mitra global (Universiti Teknologi Petronas, Malaysia; Malaysia Multimedia University; dan Nantes Universit√©, Perancis).

Baca juga:  Melalui Program IISMA 2023, 6 Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe Lolos ke Eropa dan Asia

Manfaat ‘Internasionalisasi’ dirasakan oleh tiga alumni UPER. Adalah Azka Rohbiya Ramadani, Kamila Fakhra Fahima, dan Pavita Khansa Bahano, yang kini bekerja di perusahaan nasional dan multinasional impian mereka.

1. Meningkatkan Kemampuan Interpersonal.
Pengalaman berkuliah dengan skema pertukaran pelajar (Student Exchange) di Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia, diakui Azka sangat membantunya dalam proses rekrutmen di berbagai perusahaan. Alumni Program Studi Kimia UPER tersebut, mengaku sempat tak memiliki rasa percaya diri untuk berkomunikasi dengan bahasa asing.

“Ketika berkuliah di UTP, saya ditempatkan di Asrama untuk Mahasiswa asing. Sehingga saya harus mengakrabkan diri dengan teman satu asrama. Selain itu, komunikasi kepada Dosen dan teman satu kelas juga mendorong saya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris”, pungkasnya.

Meningkatnya kemampuan Bahasa Inggris Azka membuatnya dengan mudah melalui tahapan rekrutmen sebagai Data Analyst di perusahaan e-commerce multinasional berbasis teknologi, JD.id.

Baca juga:  Mahasiswa UHAMKA KKS di Cilodong, Tinggalkan Jejak Positif

2. Menjadi Pribadi yang Adaptif, Fleksibel, Open-Minded.
Pernah berkuliah selama satu semester di IESEG School of Management, Prancis, diakui Kamila menjadikan dirinya sebagai pribadi yang lebih terbuka terhadap banyak hal. Ketika berkuliah di IESEG, Kamila tak hanya mengikuti perkuliahan di kelas, tetapi juga terlibat di berbagai proyek atau kegiatan kemahasiswaan.

“Berdiskusi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda, membuat saya memiliki kemampuan untuk menghargai perbedaan yang sangat dibutuhkan sebagai Human Resource. Saya memahami bahwa setiap individu memiliki potensi”, terang Alumni Program Studi Manajemen UPER tersebut yang kini bekerja sebagai People and Recruiter Lead di salah satu startup pencarian kerja berbasis Community Development, KitaLulus.

3. Membuka peluang ‘Global Networking’.
Berbeda dari kedua rekannya, Pavita merasakan pengalaman belajar di luar negeri melalui program internship di Toyohashi University of Technology (TUT), Jepang, membantu dirinya untuk mengembangkan jejaring di lingkup internasional.

Baca juga:  Kuota KETM hanya 12 persen, Roy Pangharapan: Beri Peluang Belajar Sama Bagi Semua Siswa Miskin yang Mendaftar di SMA dan SMK Negeri Depok

Sebagai asisten peneliti di salah satu kampus teknologi terbaik dunia tersebut, Pavita bertugas untuk melakukan kajian parameter air limbah.

“Selama program internship berlangsung, saya banyak berkenalan dengan para profesional. Jaringan yang luas ini membantu saya mendapatkan pekerjaan sebagai General Staff di perusahaan multinasional Daiki Axis Co.,Ltd., yang salah satu bisnis utamanya di bidang pengolahan air limbah”, ungkap Alumni Program Studi Teknik Lingkungan UPER yang saat ini tinggal di Jepang tersebut.

Selain program Internasionalisasi untuk mahasiswa, Universitas Pertamina (UPER) juga melakukan pengembangan kompetensi Dosen melalui program internasionalisasi seperti: pertukaran Dosen (Faculty Exchange), kolaborasi riset, dan Adjunct Professor.

Saat ini, kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut sedang membuka pendaftaran Seleksi Nilai Rapor (Non Tes), Ujian Masuk Online, dan Seleksi Nilai UTBK (Non Tes) untuk Tahun Akademik 2022/2023.(Arifin)

——————————————-
Narahubung:
Ita M. Hanika – Manajer Humas Universitas Pertamina
No. HP: 0812 1972 8373
E-mail: [email protected]
——————————————-

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru